Rabu, 12 Desember 2018

Sistem bilangan dan konversi bilangan

   Assalmmu'alaikum.wr.wb  

 kali ini saya Arinda Khairunisah di berikan kesempatan untuk menulis di blogger kembali untuk membantu semua agar lebih tau tentang sistem bilangan dan konversi bilangan.


"SISTEM BILANGAN DAN KONVERSI BILANGAN"

Pengertian Konversi Bilangan

                 Adalah suatu proses dimana satu system bilangan dengan basis tertentu akan dijadikan bilangan dengan basis yang lain.

Macam - macam Sistem Bilangan :


Bilangan desimal  ADALAH bilangan yang menggunakan 10 angka mulai 0 sampai 9 berturut2. Setelah angka  9, maka angka berikutnya adalah 10, 11, 12 dan seterusnya. Bilangan desimal disebut juga bilangan berbasis 10. Contoh penulisan bilangan desimal : 1710. Ingat, desimal berbasis 10, maka angka 10-lah yang menjadisubscript pada penulisan bilangan desimal.

Bilangan biner ADALAH bilangan yang hanya menggunakan 2 angka, yaitu 0 dan 1. Bilangan biner juga disebut bilangan berbasis 2. Setiap bilangan pada bilangan biner disebut bit, dimana byte = 8 bit.  Contoh penulisan : 1101112.
 
Bilangan octal ADALAH bilangan berbasis 8, yang menggunakan angka 0 sampai 7. Contoh penulisan : 178.

Bilangan hexadesimal ADALAH ilangan heksa, atau bilangan basis 16, menggunakan 16  buah simbol, mulai dari 0 sampai 9, kemudian dilanjut dari A sampai F. Jadi, angka A sampai F merupakan simbol untuk 10 sampai 15. Contoh penulisan : C516.


Konversi bilangan
 
A. BINER

Konversi bilangan biner ke desimal
Contoh : 110001diubah menjadi bilangan Desimal
1100012= ( 1 x 25 ) + ( 1 x 24 ) + ( 0 x 23 ) + ( 0 x 22 ) + ( 0 x 21) + ( 1 x 20 )
= 32 + 16 + 0 + 0 + 0 + 1
= 49
Jadi, 110012 = 49


Konversi bilangan Biner ke Octal


Contoh : 11110011001diubah menjadi bilangan Oktal menjadi
11 110 011 001 = 112 = 21 + 20 = 38
= 1102 = 22 + 21 = 68
= 0112 = 21 + 20 = 38
= 0012 = 20 =18
Jadi, 111100110012 = 36318

Konversi bilangan Biner ke Hexadecimal 


Contoh: 01001111010111002 diubah menjadi bilangan HexaDesimal
0100 1111 0101 1100 = 01002 = 22 = 416
= 11112 = 2+ 2+ 2+ 2= 15 - F16
= 01012 = 2+ 20 = 516
= 11002 = 2+ 22 = 12 - C16
Jadi, 01001111010111002 = 4F5C16

A. OKTAL
  
a. Oktal ke Biner 

Cara mengubah bilangan Oktal menjadi Biner dengan menjadikan satu persatu angka bilangan Oktal menjadi bilangan Biner dahulu kemudian di satukan. Untuk bilangan Oktal haruslah memiliki 3 digit bilangan Biner sehingga jika hanya menghasilkan kurang dari 3 digit makan didepannya ditambahkan bilangan 0.

Contoh : 2618 diubah menjadi bilangan Biner
261 = 28 = 0102
= 68 = 1102
= 18 = 0012
Jadi, 2618 = 0101100012 
 b. Oktal ke Desimal
Cara mengubah bilangan Oktal menjadi bilangan Desimal dengan mengubah bilangan Oktal tersebut menjadi bilangan Biner terlebih dahulu baru kita ubah menjadi bilangan Desimal.
Contoh : 2618 diubah menjadi bilangan Desimal
Langkah 1 : mengubah ke bilangan Biner
261 = 28 = 0102
= 68 = 1102
= 18 = 0012
Jadi, 2618 = 0101100012
Langkah 2 : mengubah bilangan Biner menjadi Desimal
010110001= ( 0 x 28 ) + ( 1 x 27 ) + ( 0 x 26 ) + ( 1 x 25 ) + ( 1 x 24 ) + ( 0 x 23 ) + ( 0 x 22 ) + ( 0 x 21 ) + ( 1 x 20 )
= 0 + 128 + 0 + 32 + 16 + 0 + 0 + 0 + 1
= 177
Jadi, 2618 = 177
c.  
b. Oktal ke HexaDesimal
Cara mengubah bilangan Oktal menjadi bilangan HexaDesimal dengan mengubah bilangan Oktal tersebut menjadi bilangan Biner terlebih dahulu baru kita ubah menjadi bilangan Desimal. Lalu kita ubah lagi menjadi bilangan HexaDesimal.
Contoh : 2618 diubah menjadi bilangan HexaDesimal
Langkah 1 : mengubah ke bilangan Biner
261 = 28 = 0102
= 68 = 1102
= 18 = 0012
Jadi, 2618 = 0101100012
Langkah 2 : mengubah bilangan Biner menjadi Desimal
010110001= ( 0 x 28 ) + ( 1 x 27 ) + ( 0 x 26 ) + ( 1 x 25 ) + ( 1 x 24 ) + ( 0 x 23 ) + ( 0 x 22 ) + ( 0 x 21 ) + ( 1 x 20 )
= 0 + 128 + 0 + 32 + 16 + 0 + 0 + 0 + 1
= 177
Langkah 3 : mengubah bilangan Desimal menjadi HexaDesimal
177 kita bagi dengan 16 - 117:16 = 11 sisa 1
11 : 16 = 0 sisa 11 B
dibaca dari bawah maka menjadi B1
Jadi 2618 = B116
C. DESIMAL
a. Desimal ke Biner
Cara mengubah bilangan Desimal menjadi Biner yaitu dengan membagi bilangan Desimal dengan angka 2 dan tulis sisanya mulai dari bawah ke atas.
Contoh : 25 diubah menjadi bilangan Biner
25 : 2 = 12 sisa 1
12 : 2 = 6 sisa 0
6 : 2 = 3 sisa 0
3 : 2 = 1 sisa 1
1 : 2 = 0 sisa 1
maka ditulis 11001
Jadi 25 = 110012
b. Desimal ke Oktal
Cara mengubah bilangan Desimal menjadi Oktal yaitu dengan membagi bilangan Desimal dengan angka 8 dan tulis sisanya mulai dari bawah ke atas.
Contoh : 80 diubah menjadi bilangan Oktal
80 : 8 = 10 sisa 0
10 : 8 = 1 sisa 2
1 : 8 = 0 sisa 1
maka ditulis 120
Jadi 80 = 1208
c. Desimal keHexaDesimal
Cara mengubah bilangan Desimal menjadi HexaDesimal yaitu dengan membagi bilangan Desimal dengan angka 16 dan tulis sisanya mulai dari bawah ke atas.
Contoh : 275 diubah menjadi bilangan HexaDesimal
275 : 16 = 17 sisa 3
17 : 16 = 1 sisa 1
1 : 16 = 0 sisa 1
maka ditulis 113
Jadi 275 = 11316
D. HexaDesimal
a. HexaDesimal ke Biner
Cara mengubah bilangan HexaDesimal menjadi Biner dengan menjadikan satu persatu angka bilangan HexaDesimal menjadi bilangan Biner dahulu kemudian di satukan. Untuk bilangan HexaDesimal haruslah memiliki 4 digit bilangan Biner sehingga jika hanya menghasilkan kurang dari 4 digit makan didepannya ditambahkan bilangan 0.
Contoh : 4DA216diubah menjadi bilangan Biner
4DA2 = 416 = 01002
= D16 = 11012
= A16 = 10102
= 216 = 00102
Jadi 4DA216 = 01001101101000102
b. HexaDesimal keDesimal
Cara mengubah bilangan biner menjadi bilangan desimal dengan mengalikan 16ndimana n merupakan posisi bilangan yang dimulai dari angka 0 dan dihitung dari belakang.
Contoh : 3C216diubah menjadi bilangan Desimal
3C216 = ( 3 x 162 ) + ( C(12) x 161) + ( 2 x 160 )
= 768 + 192 + 2
= 962
Jadi 3C216 = 962
c. HexaDesimal ke Oktal
Cara mengubah bilangan HexaDesimal menjadi bilangan Oktal dengan mngubah bilangan HexaDesimal tersebut menjadi bilangan Desimal terlebih dahulu baru kita ubah menjadi bilangan Oktal.
Contoh : 3C216diubah menjadi bilangan Oktal
Langkah 1: Mengubah bilangan HexaDesimal menjadi Desimal
3C216 = ( 3 x 162 ) + ( C(12) x 161) + ( 2 x 160 )
= 768 + 192 + 2
= 962
Langkah 2 : Mengubah bilangan Desimal menjadi Oktal
962 : 8 = 120 sisa 2
120 : 8 = 15 sisa 0
15 : 8 = 1 sisa 7
1 : 8 = 0 sisa 1
maka ditulis 1702
Jadi 3C216 = 17028
Konversi dan Sistem Bilangan

I . Konversi dan Sistem Bilangan Desimal
 

Konversi Ke Sistem Bilangan Binari
 

Contoh :
 
Bilangan desimal 45 dikonversi ke bilangan binar
20 = 1
22 = 4
23 = 8
25 = 32
--+ --+
45 101101

Konversi ke Bilangan Oktal
 

Untuk mengkonversi bilangan desimal ke bilangan oktal dapat digunakan remainder method dengan pembaginya adalah basis dari bilagan Oktal yaitu 8
 

Contoh
 
385 : 8 = 48 sisa 1
48 : 8 = 6 sisa 0

Konversi ke Bilangan Hexadesimal
 dengan menggunakan remainder metode dibagi dengan basis bilangan hexadesimal yaitu 16

Contoh
 
1583 : 16 = 98 sisa 15 = F
98 : 16 = 6 sisa 2

II. Konversi dari Sistem Bilangan Binari
 

Konversi ke sistem bilangan desimal
 dari bilangan binari dapat dikonversikan ke bilangan desimal dengan cara mengalikan masing-masing bit dalam bilangan dengan position value-nya.

Contoh :
 
1011012 = 1 x 25 + 0 x 24 + 1 x 20 + 1 x 22 + 0 x 21 + 1 x 20
= 32 + 0 + 8 + 4 + 0 + 1
= 4510

Konversi ke sistem bilangan oktal 
Konversi dari bilangan binary ke oktal dapat dilakukan dengan mengkonversi tiap tiga buat digit binari

Contoh :1101101 dapat dikonversi ke oktal dengan cara :
 
1 = 1 101 = 5 101 = 5

Konversi ke sistem bilangan hexadesimal
 Konversi dari bilangan binary ke hexadesimal dapat dilakukan dengan mengkonversi tiap empat buat digit binari

Contoh : 1101101 dapat dikonversi ke hexadecimal dengan

110 = 6 1101 = D

III. Konversi dari Sistem Bilangan Oktal
 

Konversi ke sistem bilangan desimal dari bilangan binari
 dapat dikonversikan ke bilangan desimal dengan cara mengalikan masing-masing bit dalam bilangan dengan position value-nya.

Contoh :
 
3248 = 3 x 82 + 2 x 81 + 4 x 80
= 3 x 64 + 2 x 8 + 4 x 1
= 192 + 16 + 4
= 212 10

Konversi dari bilangan Oktal ke Binari
 dapat dilakukan dengan mengkonversi masing-masing digit oktal ke 3 digit binari.

Contoh : 

5 = 101 6 = 110 7=111 dapat dikonversi ke binari dengan cara :

Konversi dari bilangan oktal ke hexadesimal dapat dilakukan dengan cara merubah dari bilangan oktal menjadi bilangan binari terlebih dahulu, baru dikonversi ke bilangan hexadesimal 


Contoh : 

5 = 101 6 = 110 7 = 111 dikonversi terlebih dahulu ke binari
dari bilangan binar baru dikonversi ke hexadesimal
1 = 7 0111 = 7 0111 = 7

IV. Konversi dari Sistem Bilangan Heksadesimal
 

Konversi ke sistem bilangan desimal dari bilangan binari
 dapat dikonversikan ke bilangan desimal dengan cara mengalikan masing-masing bit dalam bilangan dengan position value-nya.

Contoh :
 
B6A16 = 11 x 162 + 6 x 161 + 10 x 160
= 11 x 256 + 6 x 16 + 10 x 1
= 2816 + 96 + 10
= 292210

Konversi dari bilangan hexadesimal ke Binari 
dapat dilakukan dengan mengkonversi masing-masing digit hexadesimal ke 4 digit binari.

Contoh :
 
D = 1101 6 = 0110

Konversi dari bilangan hexadesimal ke oktal 
dapat dilakukan dengan cara merubah ke bilangan binar terlebih dahulu baru dikonversi ke oktal.

Contoh :
 
D = 1101 6 = 0110
Kemudian dikonversi ke bilangan oktal
11 = 3 010 = 2 110 = 6
  
Terimakasih sudah mampir di blog saya ,  jangng lupa like dan komen.

Wasallammualaikum wr.wb

Sabtu, 03 November 2018

Cara membuat makalah

Makalah adalah karya tulis ilmiah yang membahas pokok masalah tertentu yang tercakup dalam ruang lingkup tertentu. Makalah juga dapat diartikan sebagai karya akademis yang biasanya diterbitkan atau dipublikasikan pada jurnal yang bersifat ilmiah.
Makalah yang baik bisanya menggunakan jenis huruf Times New Roman, dengan ukuran huruf 12 kecuali untuk cover. Paragraf harus rata kanan kiri, jika terdapat kata menggukan Bahasa asing maka penulisan dengan italic. Untuk penulisan keterangan gambar di letakkan dibagian bawah gambar dengan font 10, dan untuk tabel penulisannya diatas dengan font 10 juga.
  • Bentuk elemen dasar makalah:

  1. Cover
  2. Judul
  3. Kata Pengantar / Prakata
  4. Daftar Isi
  5. Bab I ( Pendahuluan )
  6. Bab II ( Isi )
  7. Bab III ( Penutup )
  8. Daftar Pustaka
  • Cover

Pada umumnya cover pada suatu makalah berisi berbagai hal – hal berikut ini :
  1. Judul Makalah
  2. Tujuan pembuatan makalah
  3. Nama Pembuat
  4. Logo Lembaga/ Institusi
  5. Nama Lembaga, beserta alamat
  6. Tahun Akademik.
  • Judul Makalah

Judul makalah merupakan halaman ke – 2 dari suatu makalah. Judul makalah isi nya sama persis degan cover makalah.
  • Kata Pengantar

Sekilas mencantumkan judul makalah yaitu ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang dianggap membantu dalam pembuatan makalah tersebut, misalnya atas dukungan moral dan materi yang diberikan, maka penulis mengucapkan terima kasih kepada : dan seterusnya
  • Daftar Isi

Pada dasarnya daftar isi bertujuan untuk memudahkan pembaca dalam pencarian materi yang ada dalam makalah tersebut berikut halamannya.
  • BAB I (Pendahuluan)

Dalam bab ini kita menerangkan konsep, rencana, gagasan, seputar permasalahan dan tujuan yang termuat dalam Latar Belakang. Tentukan juga Ruang Lingkup penelitian yang akan mencakup proses-proses yang digunakan untuk menuangkan permasalahan.
  • BAB II (Isi)

Uraikan isi atau materi makalah dalam bab ini. Anda harus menjelaskan sejelas jelasnya mengenai bab yang sedang anda ulas dalam makalah anda. Misalnya yaitu penjelasan mengenai hal – hal berikut ini :
  1. Definisi / Landasan teori,
  2. Ulasan materi
  3. Penyelesaikan masalah,
  4. Solusi , Hasil Peneltian
  • BAB III (Penutup)

Pada bagian penutup amakalah, Anda harus memberikan kesimpulan yang didapat dari uraian pada bab bab sebelumnya. Misalnya yaitu Anda menguraikan kesimpulan yang didapatkan dari hasil penelitian atas apa yang telah berjalan.
  • Daftar Pustaka

Merupakan bagian terakhir dalam penyusunan sebuah makalah, Daftar pustaka ini berisi nama-nama literature yang kita jadikan referensi dalam pembuatan makalah tersebut.

Langkah-langkah Membuat Makalah Yang Baik dan Benar

  • Mengatur jenis huruf pada microsoft office word
  1. Sebelum anda mengetikkan tulisan setting terlebih dahulu jenis font yang akan digunakan. Atau jika anda sudah terlanjur mengetik kata atau kalimat, maka yang harus anda lakukan adalah dengan memblok tulisan terlebih dahulu.
  2. Klik Home pada menu bar –> Font –>klik anak panah kebawah, kemudian pilih jenis huruf yang akan digunakan.word1
  • Mengatur Ukuran huruf pada microsoft office word
  1. Sebelum anda mengetikkan tulisan setting terlebih dahulu ukuran font yang akan digunakan. Atau jika anda sudah terlanjur mengetik kata atau kalimat, maka yang harus anda lakukan adalah dengan memblok tulisan terlebih dahulu.
  2. Klik Home pada menu bar –> Font –>klik anak panah kebawah, kemudian pilih ukuran huruf sesuai yang diinginkan.word2

  • Mengatur Warna huruf pada microsoft office word
  1. Blok tulisan terlebih dahuluword3
  2. Pilih Tanda A pada kolom font kemudian pilih warna font yang diinginkan.word4

  • Cara Mengatur Ukuran Kertas Pada Ms.Office Word
  1. Pada halaman kerja Ms.Office Word
  2. Klik menu Page Layout pada Menu Bar
  3. Klik icon Size pada group Page Setup
  4. Maka akan tampil ukuran-ukuran kertas yang sudah default dari Ms.Office Word
  5. Jika dirasa masih kurang atau ingin mengatur ukuran kertas sendiri klik pilihan More Paper Size (terletak pada bawah sendiri)
  6. Pada pilihan Paper Size pililh Costums
  7. Klik OK
  • Cara Memberi Nomor Halaman
  1. Pada halaman kerja Ms.Office Word 2007 pilihan Menu Bar
  2. Klik Page Number
  3. jika sudah seperti tampilan di atas, kita sudah dapat memberi nomor pada halaman sesuai dengan letak yang kita inginkan.
  • Position                : Penomoran pada pertama kali kita memberi nomor halaman
  • Page Margins      : Penomoran pada batas tepi halaman
  • Top of Page         : Penomoran pada bagian atas halaman
  • Bootom of Page  : Penomoran pada bagian bawah halamanCurrent

  • Cara Mengatur Margin
  1. Pada halaman kerja Ms.Office Word pilihan Menu Bar
  2. Klik menu Page Layout
  3. Klik icon Margins
  4. setelah meng-klik icon Margins sebenarnya sudah bisa mengatur batas tepi halaman sesuai dengan batas tepi yang disediakan (defaults).Namun untuk lebih bisa mengatur batas tepi sesuai dengan yang kita inginkan klik opsiCostum Margins
  • Mengatur perataan Teks
  1. Block paragraph yang ingin diberi perataan.
  2. Klik menu Home pada Menu Bar
  3. Pada menu Tool Bar pilih group Paragraph
  4. Pilih perataan teks yang diinginkan
  • Membuat Tabel
  1. Pada halaman kerja Ms.Office Word 2007 pilihan Menu Bar
  2. Klik Insert pilih opsi Table
  3. jika sudah seperti tampilan di atas, maka kita sudah bisa membuat tabel dengan jumlah kolom yang kita inginkan
  • Cara Mengatur Spasi
  1. Buka lembar kerja Ms.Office Word yang hendak ingin diatur jarak spasinya
  2. Blog semua teks yang ada dengan cara Ctrl + A
  3. Klik menu Home pada Menu Bar
  4. Klik icon anak panah kecil pada group paragraph
  5. Maka akan tampil jendela paragraph
  6. Pada colom Spacing atur Before dan After menjadi nol
  7. Pada Line Spacing atur spasi yang diinginkan
  8. Klik OK
  9. Untuk cara kedua-nya blog semua paragraf atau teks tersebut, kemudian Klik Kanandan pilih Paragraph. Maka akan tampil jendela paragraph seperti gambar di atas, dan atur seperti langkah-langkah diatas.
  • Cara Membuat Header dan Footer
  1. klik menu insert > Hedaer kemudian pilih Motion (old page) – add heading a to your document jika sobat ingin membuat header yang memuat setiap judul bab pada setiap halamannya. nama judul ini akan muncul ketika sobat sudah mensettingnya. Sobat juga bisa mencoba memilih setyle lainnya.
  2. Jika sobat ingin membuat tulisan sesuai keinginan sendiri, silahkan double klik daerah paling atas salah satu halaman, kemudian tulis seperti biasa. Sobat juga bisa menyisipkan gambar pada header ini. yang nantinya tulisan dan gambar ini akan secara otomatis ada di setiap halaman pada document tersebut.
  3. JIka sobat ingin membuat footer, silahkan klik menu insert > Footer kemudian lakukan seperti membuat header di atas.
  • Cara Membuat Daftar Isi
  1. Buka document yang akan diberi daftar isi
  2. Silahkan sobat atur styles nya. Normal = untuk tulisan normal,  Heading 1 = untuk judul, Heading 2 = untuk sub judul. Pengaturan ini sangat penting sekali. Karena nantinya, setiap kalimat yang di beri styles Heading 1 dan Heading 2 akan menjadi daftar isi. Pengaturan styles  ini ada di menu Home. Misalnya. pada BAB 1 Tutorial microsoft word, Maka sobat block kata itu dan rubah setyle nya menjadi heading 1. Nah di BAB 1 Tutorial Microsoft word itu kan ada sub judulnya, misalnya membuat daftar isiblock kata tersebut, kemudian pilih style heading 2, begitu seterusnya. pastikan untuk yang bukan judul atau sub judul diberi style normal, supaya tidak ikut dalam daftar isi yang akan sobat buat
  3. Jika sobat sudah mengatur style masing-masing, Tempatkan kursor pada halaman yang akan di simpan daftar isi buku atau makalah.
  4. Klik Menu Reference\Table of Content lalu pilih model daftar isi yang di inginkan. Untuk pengaturan lebih lanjut, sobat bisa melakukannya di insert table of content…
  5. Silahkan edit kata “Content” menjadi “Daftar isi”, atau kata lainnya terserah sobat. Jika sobat melakukan pengeditan lagi pada isi buku sehingga nomor halamannya berubah, sobat hanya perlu klik update table…  Update page number only =  hanya untuk meng-update nomor halamannya saja, sedangkan Update entire table = untuk meng-update secara keseluruhan